5 Alasan Belajar Bisnis Internet

Tidak ada ‘krisis global’ di dunia Internet Marketing. Yang terjadi adalah kebalikan! Peluang usaha semakin banyak, dan bertambah setiap hari!

Semakin hari pengguna Internet semakin banyak. Ini berarti “pasar” di Internet semakin hari semakin tidak terbatas!

Internet Marketing atau bisnis online cukup dijalankan di rumah saja! Tidak kena macet, apalagi hujan-hujanan!

Saat Anda paham betul dan menguasai ilmu Bisnis Online, Anda bisa jualan apa saja, dan kemana saja, semau Anda… sesuka hati!

Di jaman sekarang, dan apalagi tahun-tahun mendatang, orang yang mampu menyatukan ilmu dengan teknologi adalah mereka yang akan tampil sebagai pemenang. Mereka akan semakin maju dan semakin kaya!

Kita memang perlu memilih model bisnis yang berprospek bagus, tapi yang lebih penting adalah memilih model bisnis internet yang sesuai dengan minat, pengetahuan atau pengalaman. Jadi bukan sekedar soal menemukan bisnis model bisnis yang terbaik tetapi yang terbaik buat kita.

Oke, berikut ini saya jelaskan sedikit model bisnis tersebut :

  1. Sell Your Own Product
Baca Juga:  4 Tips Jika Bisnis Bersama Teman

Sell your own product adalah menjual produk anda sendiri, baik produksi anda sendiri maupun produksi orang lain, dan karenanya anda memiliki stok atau inventory. Model bisnis dalam kategory ini adalah yang paling awal dan paling populer hingga saat ini. Produknya bisa saja produk fisik/berwujud atau produk digital/tidak berwujud, seperti MP3, ringtone, software e-book, membersip atau keanggotaan, dan lain-lain.

  1. Sell Your Own Services

Sell your own service adalah menjual service atau jasa anda. Umumnya yang anda jual adalah keahlian/keterampilan anda. Contohnya jasa membuat website, jasa membuat desain logo/banner/website, jasa menulis artikel, jasa menerjemahkan, jasa membuat ebook, jasa membuat software, jasa melakukan SEO, jasa mengelola iklan PPC, dan masih banyak lagi. Dengan model bisnis ini, anda sama sekali tidak perlu bertatap muka dengan mereka yang membutuhkan jasa anda.

  1. Affiliate Marketing

Affiliate marketing adalah menjual atau mereferensikan produk atau jasa orang lain dengan kompensasi komisi untuk setiap transaksi penjualan yang terjadi (pay per sale), untuk setiap lead/prospek yang diberikan (pay per lead), atau untuk setiap klik yang dilakukan (pay per klik). MLM/Network marketing yang dijalankan secara online termasuk kategori ini.

Baca Juga:  Cara sukses berjualan di Facebook

Berdasarkan kompensasi yang diberikan, pada dasarnya hanya ada tiga jenis affiliate marketing, yaitu :

a. Pay Per Sale (PPS). Mewakili hampir 80% industri affiliate marketing dimana merchan memberikan kompensasi kepada affiliate berdasarkan penjualan yang terjadi.

b. Pay Per Lead (PPL), CPA (Cost Per Action) atau Pay Per Action. Mewakili hampir 18% industri affiliate marketing dimana merchan memberikan kompensasi kepada affiliate berdasarkan data prospek yang dimasukan.

c. Pay Per Click (PPC). Model bisnis ini memberikan kompensasi kepada affiliate untuk setiap klik dari website milik affiliate ke website milik merchan. Dalam model bisnis ini, affiliate biasa disebut sebagai publisher dan merchan biasa disebut advertiser. Contoh dari model bisnis ini adalah google adsense dan google adword.

  1. Contextual Advertising

Dalam kategori ini, anda membuat content/isi yang menarik sehingga dikunjungi oleh banyak visitor. Penghasilan diperoleh dari iklan text, banner atau video yang relevan dengan isi website. Misalnya anda membuat website tentang handphone, maka iklan yang muncul berkenaan dengan hal-hal seputar handphone seperti tipe dan merek handphone terbaru, accesories handphone, dll.

Baca Juga:  10 Tips Memulai Usaha Kecil dan Meraih Sukses

Sebenarnya contextual advertising adalah konsep publisher yang memasang iklan advertiser pada websitenya sebagaimana penjelasan pada pay per click di atas. Saat ini google adsense yang paling populer pada model bisnis ini.

  1. Site Flipping

Site flipping adalah kegiatan yang melibatkan transaksi jual beli website. Website adalah aset seperti halnya rumah. Pelaku bisnis ini membeli website yang nilainya masih rendah, kemudian memolesnya untuk menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Intinya model bisni ini adalah jual beli website.